Tazkirah Buat Saudara-saudaraku

"Sesungguhnya peringatan itu memberi manfaat kepada orang-orang beriman"

Ujian Iman Kepada Hamba Allah


Hidup ini tiada sunyi dari ujian ,susah dan senang ,suka dan duka datang silih berganti.siapa saja mengira bahwa hidup ini senang semata,suka semata, dan mewah semata atau menduga sebaliknya: susah semata,sukar terus menerus,dan sempit selamanya, sudah pasti sangkaan dan dugaan itu salah belaka.itulah rupanya seni hidup,sunatullah pada alam ini.

ALLAH SWT,memerintahkan kepada malaikat malaikatNYA untuk memberikan aneka cobaan dan ujian kepada Manusia. Dengan hadirnya ujian itu ALLAH berkehendak mengorek apa yang tersembunyi dalam hati hamba Nya, sebagaimana yang tertera dalam hadist Qudsi:

“ALLAH berfirman kepada malaikat malaikat NYA: pergilah kepada hamba-KU.lalu,timpahkanlah bermacam macam ujian karena aku ingin mendengar suaranya”(HR.Thabrani).

Begitupun orang beriman,juga tidak luput dari ujian. Tujuannya tidak lain untuk mengukur kadar keimanan seseorang,disamping tentunya untuk mengetahui apakah orang tersebut benar benar beriman secara tulus atau sekedar dusta belaka.

Hal ini ditegaskan ALLAH dalam AL-QUR’AN surat Al-Ankabut Ayat 2-3 : “Apakah Manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan,kami telah beriman,sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang orang sebelum mereka,dan benar benar ALLAH mengetahui orang orang yang benar dan mengetahui pula orang orang yang dusta”. Perlu diketahui, ujian yang datang tidak semata berwujud kesusahan dan kesakitan, tetapi terkadang hadir dalam bentuk kesenangan dan keuntungan materi (kekayaan), sebagaimana termaktub dalam AL-QURAN surat Al-Anbiyah ayat 35 : “Dan Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan,dan kepada kami-lah kalian kembali”.

Dalam kenyataan hidup,ujian berupa kesenangan dan keuntungan materi lebih berat daripada ujian berupa kesusahan. Betapa banyak orang yang memperoleh kekayaan tapi justru menyebabkan kecelakaan baginya. Kekayaan seperti itu justru menjadi ujian bagi dirinya.

Demikian juga dapat kita saksikan orang yang di uji dengan kekuasaan,kemegahan dan lain lain.

Hal ini sebenarnya telah di peringatkan ALLAH : “Ketahuilah ! Sesungguhnya manusia benar benar melampaui batas dikala mengangap dirinya serba cukup, sesungguhnya hanya kepada Tuhan-mu lah tempat kembali”(Al-Alaq :6-8).

Dalam sebuah Hadist, Rasulullah Saw,menegaskan :”Demi ALLAH,bukanlah kefakiran dan kemiskinan yang akan aku khawatirkan atas kalian.Akan tetapi justru aku khawatir(kalau kalau) kemewahan dunia yang kalian dapatkan sebagaimana telah diberikan kepada orang orang sebelum kalian, lalu kalian bergelimang dalam kemewahan itu sehingga kalian binasa,sebagaimana mereka bergelimang dan binasa pula”.(HR.Bukhari).

Dalam rangka melihat kelapangan hati manusia untuk menerima qadla’ dan qadar-Nya,Allah terkadang menguji pada fisik(tubuh)nya,berupa penyakit atau kecelakaan.Dan ujian macam ini adalah yang paling ringan bagi manusia.Seandainya manusia sabar dalam menerima ujian itu,ditetapkan atasnya pahala dan dihapuskan sebagian dosanya,lalu diangkatlah derajatnya.Maka jadilah ujian itu nikmat baginya. ALLAH Swt berfirman : “Telah dihiaskan kepada manusia kecintaan akan hawa nafsu berupa wanita,anak,berpikul pikul harta benda berupa emas dan perak,kuda pilihan(kendaraan),binatang ternak dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di dunia,pada hal ALLAH memiliki tempat kembali yang baik” (Al-Imran :14).

Bagi kaum laki laki,ujian terberat adalah kaum wanita.Nabi bersabda :”Sepeninggalku,tiadalah ujian yang paling berbahaya bagi kaum pria kecuali golongan kaum wanita”(HR Bukhori).

Kepada orang tua,ALLAH Swt.memberikan ujian berupa anak.ALLAH berkehendak agar anak anak yang diberikan kepadanya agar dididik sebaik baiknya,sehingga kelak menjadi manusia yang taat kepada NYA.

Keberhasilan orang tua mendidik anak akan menyebabkan kemuliaannya disisi ALLAH.

Sebaliknya, bila mereka gagal harus mempertanggung jawabkan kegagalannya di hadapan ALLAH..

Dalam memberikan ujian kepada hamba-NYA, ALLAH selalu mempertimbangkan kadar iman yang ada pada hambanya tersebut.

Semakin baik imannya,semakin berat pula ujiannya,sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Saw.

Dalam Hadistnya:Tingkat berat ringannya ujian di sesuaikan dengan kedudukan manusia itu sendiri.Orang yang banyak mendapat ujian itu adalah para nabi,kemudian baru yang lebih dekat derajatnya kepada mereka yang berurutan secara bertingkat.Orang di uji menurut tingkat ketaatannya kepada agama.Jika dia sangat kuat dalam agamanya,maka sangat kuat pula ujian baginya, dan jika lemah dalam agamanya,di uji pula oleh ALLAH sesuai dengan tingkat ketaatan kepada agamanya.Demikian bala dan ujian itu senantiasa di timpahkan kepada seorang hamba sampai ia di biarkan berjalan di muka bumi tanpa dosa apapun”(HR.Turmuzi).

Adapun tujuan umum diberikanya ujian kepada manusia adalah :

1.Membersihkan dan memilih mana orang mukmin sejati,mana yang munafik;

2.Mengangkat derajat dan menghapuskan dosa;

3.Membentuk menempa kepribadian,sehingga menjadi pembela kebenaran sejati.

“YA ALLAH,Masukanlah Kami kedalam golongan orang mukmin yang tabah, yang senantiasa berlapang dada, dalam menempuh segala ujian,baik berupa penderitaan maupun kesenangan”

Moga mendapat manfaat…wallahua’lam

Sumber :

http://bismillahhirohmanirrohim.blogspot.com


Komentar ditutup.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.